Makna
Masalah untuk KEHIDUPAN
Menurut Saya :
“
MASALAH adalah kumpulan sesuatu yang BERHARGA”
Kalau tidak mengalami
kesulitan atau permasalahan dalam hidup “ide perbaikan” tidak akan muncul. Dan
kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih baik. Kita akan terus berada di
tempat yang sama atau justru melangkah ke arah kemunduran tanpa disadari karena
tidak ada peringatan. Jadi bisa dikatakan masalah adalah PERINGATAN agar kita
memperbaiki hidup untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Masalah adalah sesuatu yang
selalu menghampiri setiap manusia. Tidak ada manusia yang tidak memiliki
permasalahan dalam hidupnya. Bahkan ada masalah yang datang setiap hari silih
berganti. Padahal masalah yang sebelumnya belum tuntas bahkan belum tersentuh.
Banyak manusia yang
terkalahkan oleh masalah. Mereka putus asa, mereka menyerah di tengah jalan
bahkan ada yang menyerah sebelum melihat permasalahannya. Mereka adalah :
·
Orang yang
egois, karena mereka ingin selalu
hidup nyaman tanpa ada yang mengganggu atau mengusiknya.
·
Orang yang
menjadikan nafsu sebagai raja dan menjadikan akalnya sebagai tawanan, karena mereka tidak bisa mengalahkan keinginannya
untuk menyerah dan menyandera keberaniannya untuk melawan permasalahannya.
·
Orang yang
tidak bersabar, karena ia sudah
melewatkan jalan yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk kita. Yaitu jalan
menuju kebahagiaan hidup.
Kerugian orang yang menyerah
pada masalah :
Ø Melepas
kebahagian yang sebenarnya sudah di depan mata. Karena apabila kita berhasil terlepas dari
permasalahan tanpa perlu ditanya, KEMENANGAN yang membahagiakan pasti akan
MENJADI MILIK KITA.
Ø Akan
tersesat di jalan yang begitu gelap.
Mengabaikan PERINGATAN dari Tuhan untuk kita. Kita akan mengalami penyesalan
yang tak terkira besarnya
Ø Tidak memiliki
pedoman atau pembelajaran untuk melanjutkan hidup. Karena kita tidak pernah mencoba untuk menyelesaikan
suatu permasalahan.
Ø Melewatkan
kesempatan untuk membangun pondasi kesabaran dan ketabahan. Tentu itu akan merugi karena tidak memiliki persiapan
untuk menghadapi permasalahan selanjutnya yang lebih berat.
Tuhan itu sungguh Maha
Segalanya. Tuhan menurunkan ujian atau permasalah untuk manusia dengan TUJUAN :
1.
Manusia akan
memperoleh kemenangan setelah terbebas dari permasalahan
2.
Manusia akan melakukan
perbaikan untuk menjadi pribadi yang lebih baik
3.
Manusia akan
melakukan pembaharuan dalam hidup manusia
4.
Manusia
diharapkan mendapat hikmah yang akan dijadikan sebagai pedoman untuk untuk
melanjutkan hidup yang lebih baik
5.
Manusia bisa
memperoleh pembelajaran agar tidak mengulangi keselahannya yang sama untuk
kedua atau kesekian kalinya
6.
Manusia akan
memiliki ketahanan dan ketabahan yang lebih kuat untuk menghadapi permasalahan
yang lebih berat
Tips
menyelesaikan masalah agar tidak membebani :
1.
PERCAYALAH
BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA.
Tuhan akan senantiasa membantu kita bahkan tanpa diminta. Memang kita tidak
sadar akan hal itu karena kita tidak memaknai setiap masalah yang kita hadapi.
Kita hanya sibuk mengeluh dan berusa menggunakan bergai macam cara untuk
menyelesaikannya tanpa memikirkan hikmah apa yang bisa kita dapatkan.
2.
OPTIMIS BAHWA
KITA BISA. Katakan dan pikirkan bahwa
kita BISA dan kuat menghadapi semua masalah yang kita terima. Serta mampu
mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya.
3.
BERUSAHALAH
BERSABAR. Yang dimaksud sabar disini
bukan berpangku tangan dan menyerah tanpa mencari solusi yang beranti. Tetapi
BERSABARLAH DALAM MERSAKAN SAKIT yang sementara ini.
4.
BERUSAHA
MANDIRI. Maksudnya jika kita bisa
menyelesaikannya sendiri, kita tidak perlu meminta bantuan kepada orang lain.
Ditakutkan orang lain yang ikut menyelesaikan permasalahan kita akan ikut
terluka dan lebih buruk lagi jika permasalahan kita justru akan semakin rumit
tanpa ada penyelesaian.
5.
TURUTI KATA
HATI YANG TERDALAM. Karena biasanya
Tuhan memberi petunjuk atau jalan lewat suara hati yang damai dan menenangkan.
Sungguh
Tuhan memiliki rencana yang luar biasa. Kita sebagai hamba yang beriman harus
berterimaksih kepada-Nya, DIA sungguh menyayangi kita dengan memberi peringatan
sebagai batasan agar kita terjerumus ke jurang yang lebih dalam atau mengulangi
yang kedua kalinya.
Salam Penulis
Libinza Junias Maharani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar