Selasa, 29 April 2014

Cara untuk FOKUS DALAM BERBISNIS



Fokus yang rendah menjadi salah satu penyebab utama kegagalan suatu bisnis. Pemilik bisnis fashion online FashionAccelerator360.com, Liza Deyrmenjian mengatakan, banyak orang ingin melakukan banyak hal dalam satu waktu untuk mencapai kesuksesan.

Seperti dikutip dari Forbes, Selasa (24/9/2013), Deyrmenjian mengungkapkan, fokus pada satu target untuk dilakukan dengan baik merupakan salah satu cara jitu untuk menghasilkan uang. 

Wanita sukses ini telah berkali-kali menjual bisnisnya karena belum berhasil menemukan satu hal yang benar-benar dia inginkan dalam berbisnis.

Dia juga sempat gagal saat menjalin kerjasama dengan Facebook. Hal ini membuatnya belajar banyak termasuk untuk fokus pada satu hal. Berikut tiga tips agar Anda fokus pada satu hal dalam berbisnis:






1. Temukan masalah yang dialami kebanyakan pebisnis

Anda perlu melakukan riset pasar untuk mengetahui produk apa yang tengah dibutuhkan pasar dan masalah apa yang dialami kebanyakan pebisnis. 

Saat ini Anda bisa menggunakan internet dan berkomunikasi langsung dengan para konsumen. Tentukan apa yang dibutuhkannya dan penuhi.

2. Pelajari persaingan dan perbandingan pasar

Saat berbisnis, Anda akan menemukan banyak gagasan dan inovasi yang serupa dengan milik Anda. Persaingan berarti terdapat satu pasar dan Anda memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak tersedia di sana. Perbandingan berarti Anda harus bisa menemukan kelemahan dari gagasan lain yang serupa dan tampil lebih baik.

3. Pikirkan tahapan bisnis Anda satu per satu

Seorang CEO miliarder pernah bertanya pada Deyrmenjian, tentang apa yang membuatnya tetap terjaga di malam hari. 

Dia memiliki banyak jawaban karena setiap malam dia memikirkan lebih dari satu hal soal bisnisnya. Menurut CEO tersebut, Anda harus memutuskan model bisnis apa yang akan dijalankan terlebih dahulu.

Kemudian secara sistematis melakukan tahapan berikutnya. Hal ini agar potensi bisnis dalam diri Anda bisa memenuhi ekspektasi target pasar


 - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/700970/3-cara-fokus-berbisnis-untuk-meraup-sukses#sthash.8RRlxuVt.dpuf
Continue Reading...

Cara Bersikap Profesional di Kantor






Bekerja dan bergaul di kantor menuntut Anda untuk senantiasa bersikap profesional. Perbedaan aturan kerja tak akan menjadi masalah bagi para profesional mengingat dirinya bisa dengan cepat beradaptasi dengan berbagai situasi perusahaan.

Namun, di kehidupan modern seperti sekarangn ini, permintaan dari atasan terus meningkat. Hanya orang-orang dengan sikap dan kemampuan tertentu yang mampu bertahan. Sementara pegawai yang tak bisa bersikap profesional harus siap tersisih.

Persaingan kerja yang ketat juga menuntut para karyawan untuk bersikap profesional di kantor. Berikut tujuh cara agar bisa bersikap profesional di tempat kerja, seperti melansir magforwomen.com, Rabu (24/9/2013),




1. Berpakaian rapi

Kebanyakan perusahaan mengharuskan para pegawainya berpakaian dengan sejumlah ketentuan yang tersedia. Hal ini bukan karena perusahaan mencoba mendorong Anda berseragam, tapi karena pihak manajemen tengah berupaya membentuk kepribadian.

Selain itu cara Anda berpakaian juga mencerminkan sikap kerja. Jadi pastikan Anda berpakaian dengan rapi dan mengesankan.

2. Bicara langsung ke intinya

Dalam kehidupan profesional, orang-orang yang jarang bicara, tapi menyampaikan sesuatu dengan efektif dan jelas lebih dihargai dibandingkan karyawan lain yang banyak bicara. 

Komunikasi yang jelas dan efektif sangat penting dan membuat Anda lebih profesional dibanding yang lain.

3. Membentuk wilayah kerja sendiri

Anda harus bisa memisahkan kehidupan pribadi dan profesional. Tak ada yang melarang Anda untuk berteman di kantor. 

Namun penting bagi Anda untuk menyadari jika dia adalah rekan kerja yang menjadi teman. Jagalah kehidupan kerja seprofesional mungkin. 

Jangan biarkan perasaan pribadi mengganggu pekerjaan. Dengan kata lain, silahkan berteman di kantor, tapi tetap ingat dirinya juga merupakan tempat kerja.

4. Lupakan kehidupan lain 

Saat bekerja, coba untuk menghindari urusan pribadi seperti membayar tagihan listrik atau memesan barang online. Tahan diri Anda untuk menggunakan media sosial di kantor. 

Anda juga harus membatasi kontak yang masuk dari teman atau keluarga. Semakin Anda fokus pada pekerjaan, maka Bos akan merasa Anda sebagai orang yang sangat berdedikasi, dan akan menghargai profesionalisme Anda. 

5. Mudah bergaul

Untuk menjadi pegawai yang profesional, mudah bergaul dengan rekan kerja lain merupakan hal yang penting. Hal ini bisa membuat pegawai lain menjadi ramah pada Anda. 

Hindari untuk berkelompok di kantor, karena dapat membuat Anda terlihat tidak profesional. Ingat, kantor berbeda dengan sekolah di mana Anda memiliki geng, dan pesaingnya. Selain itu, berusaha akrab dengan banyak orang di kantor dapat membuat pekerjaan lebih lancar.

6. Rajin belajar

Profesional hanya bisa diraih orang yang tak pernah berhenti belajar. Bersikaplah terbuka terhadap jenis pengalaman dan pelajaran baru. 

Hal ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja pribadi. Tak hanya itu, Anda juga dapat menjadi pegawai yang kompeten.

7. Bekerja sistematis

Teratur dalam melakukan tugas harian merupakan salah satu kunci untuk menjadi profesional. Jangan biarkan senior atau bos mengingatkan soal pekerjaan yang harus disediakan. Bekerja secara teratur dapat membuat pekerjaan diselesaikan dengan mudah dan tanpa hambatan. 



- See more at: http://lifestyle.liputan6.com/read/702781/7-tips-bisa-bekerja-profesional-di-kantor#sthash.l20Ebw7O.dpuf
Continue Reading...

Langkah untuk MEMULAI Bekerja di Rumah





Kebebasan dalam mengatur waktu dan finansial kini menjadi faktor yang membuat banyak orang memilih bekerja dari rumah, terutama di kota besar. Namun  tidak semua orang berani mengambil langkah ini. Berikut adalah langkah dasar untuk memulai bekerja dari rumah.


Langkah 1 : Siapkan mental
Mental adalah faktor yang sangat penting ketika Anda memutuskan untuk bekerja dari rumah.  Ini berarti pemasukan yang bisa jadi minim diawal memulai, hingga kebosanan bekerja dari rumah dan tergoda untuk bekerja kantoran kembali.

Langkah 2 : Tentukan bisnis yang hendak dijalankan
Pilih bisnis atau model pekerjaan yang hendak Anda jalankan dari rumah sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan Anda. Misalnya, selama ini Anda bekerja sebagai akuntan di kantor, lalu karena hobi memasak, Anda juga ingin memiliki usaha katering sendiri. Seraya membangun usaha catering, Anda juga bisa menjadi akuntan bagi usaha Anda sendiri. Mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung rugi laba usaha. 

Langkah 3 : Terapkan disiplin waktu
Meski tidak lagi bekerja sesuai dengan jam kantor yang ketat, Anda tetap bisa membawa kedisiplinan ini ketika bekerja dari rumah. Misalnya, dengan menetapkan waktu bekerja dari setelah jam makan siang ketika anak Anda sedang ekskul atau tidur siang hingga sore hari. Dengan demikian, Anda juga bisa memaksimalkan waktu untuk keluarga, juga untuk diri Anda sendiri.

Langkah 4 : Siapkan ruangan
Siapkan ruangan terpisah yang dapat digunakan untuk  konsentrasi ketika bekerja. Misalnya ruang baca yang tenang, dilengkapi dengan perlengkapan komputer, telepon, faksimili, internet atau meja kerja yang dinamis. Memiliki ruangan dan perlengkapan sendiri cukup penting untuk menghemat biaya komunikasi.

Langkah 5 : Manfaatkan networking
Pastikan rekan kerja Anda sebelumnya, atau keluarga dan sahabat dekat Anda mengetahui bisnis atau usaha yang Anda lakukan dari rumah. Menjaga hubungan dengan rekan kerja lama seringkali dapat membantu kelancaran bisnis yang dilakukan dari rumah. Tak hanya itu, networking melalui social media juga bisa dilakukan, tetapi tidak terlalu menyolok sehingga mengganggu privasi digital orang lain.
Jangan ragu untuk memulai bekerja dari rumah. Dengan langkah yang tepat, Anda pun bisa menikmati hasilnya, juga memaksimalkan waktu untuk diri sendiri dan keluarga.



- See more at: http://health.liputan6.com/read/2027036/5-langkah-mudah-bekerja-dari-rumah#sthash.HBNOZwQq.dpuf
Continue Reading...

Senin, 28 April 2014

Tips Mengatasi Saat Benci Dengan Pekerjaan yang Dijalani








Saat bekerja, kadang Anda menemukan titik jenuh yang bisa membuat tak menyukai pekerjaan sendiri. Seringkali Anda menyikapinya secara emosional dan tak bisa berpikir jernih. Hal seperti ini memang sering terjadi.

Seperti melansir Forbes, Kamis (5/9/2013), sebelum larut dalam ketidaksukaan pribadi terhadap pekerjaan, baiknya Anda menganalisa terlebih dulu apa penyebabnya. 

Tak suka pada pekerjaan juga tak berarti Anda bisa langsung berhenti kerja begitu saja. Memutuskan untuk keluar saat sedang emosi bisa jadi berdampak buruk pada karir Anda sendiri.

Menurut Direktur Eksekutif Pengembangan Karir dan Kepribadian di Wake Forest University, Katharine Brooks, berikut 10 hal yang harus dilakukan saat Anda merasa tak begitu menyukai pekerjaan yang tengah dilakoni:

1. Lakukan penilaian pribadi

Saat Anda mulai merasa tak nyaman dengan pekerjaan di kantor, jangan mengeluh. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengkaji kepribadian sendiri. Tanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:

a. Kenapa saya membenci pekerjaan ini?
b. Apakah karena rekan kerja saya?
c. Apakah karena tugas-tugas yang dilimpahkan pada saya?
d. Apakah perasaan tidak suka ini muncul karena budaya kerja di perusahaan?
e. Apakah ini perasaan baru atau saya memang tidak menyukainya sejak lama?

Setelah itu, buatlah daftar pro dan kontra atas pekerjaan Anda dan apa yang Anda harapkan untuk karir selanjutnya. 

Lalu tentukan apakah ada cara untuk mengubah perasaan tersebut atau memang sudah waktunya untuk kerja. Namun jika memungkinkan, jangan pernah berhenti dari pekerjaan Anda jika belum ada jaminan diterima di perusahaan lain.

2. Tentukan apa penyebabnya, diri sendiri atau memang pekerjaannya

Setelah melakukan penilaian pribadi, tentukan penyebab Anda membenci pekerjaan tersebut, apakah datang dari diri sendiri atau dari pekerjaan itu. Menurut penulis buku `The Virtual Executive: How to Act Like a CEO Online and Offline,`  Debra Benton, seringkali seseorang memutuskan untuk berganti kerja tapi tetap menemukan ketegangan yang sama. Maka jangan terlalu cepat mengambil keputusan.

3. Diskusikan dengan Bos Anda

Jika Anda merasa tak bahagia dengan pekerjaan, kompensasi, atau proyek yang ditugaskan, Anda perlu mendiskusikannya dengan si Bos. 

Menurut Brook, selalu ada banyak cara untuk memperbaiki situasi yang kurang menyenangkan. Jika tidak dipikirkan secara emosional, caranya kadang jauh lebih mudah dari yang Anda pikirkan.

4. Jangan langsung berhenti kerja

Menurut konsultan marketing dan media serta penulis artikel karir, jika pekerjaan Anda menyediakan bayaran yang cukup, maka pertimbangkan kembali untuk keluar. 

Ingat, rumput tetangga belum tentu lebih hijau. Sebelum berhenti kerja, atau memutuskan untuk alih bidang profesi, lakukan riset dan persiapan terlebih dulu. 

Lakukan kegiatan tersebut hingga Anda berkualifikasi tinggi. Jika setelah itu, situasi kerja di kantor sudah tidak aman dan rendah toleransi, baru Anda putuskan untuk berhenti kerja.

5. Ubah sikap Anda

Mungkin Anda punya satu pengalaman buruk saat bekerja yang meninggalkan pengalaman pahit di benak Anda. Jika begitu, coba untuk lupakan pengalaman tersebut. 

Bersikap positif dan fokuslah pada hal-hal yang membuat Anda menikmati pekerjaan sekarang. Jika tak ada satu hal pun yang bisa membuat perasaan Anda senang, maka segeralah melamar ke kantor lain.

6. Bersikap profesional

Meski Anda berencana untuk berhenti, tetap lakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Brooks mengatakan, dengan begitu, saat keluar Anda dapat mengantongi rekomendasi yang baik dari perusahaan Anda sekarang.

Bahkan jika ternyata kondisi kerjanya membaik dan Anda memutuskan untuk tinggal, Anda tak perlu malu karena telah bekerja secara tidak profesional. Tak baik bersikap buruk, separah apapun pekerjaan Anda.

7. Tentukan tujuan karir Anda

Temukan karir apa yang Anda ingin capai selama lima tahun ke depan. Kemudian kaji kembali, apakah pekerjaan Anda sekarang bisa membantu Anda mencapainya. 

Saat Anda tahu apa target karir sendiri, maka Anda akan menilai pekerjaan dari berbagai sudut padang.

8. Manfaatkan peluang yang muncul di perusahaan

Saat tak menyukai pekerjaan yang tengah dilakoni, Shane menyarankan Anda untuk melihat berbagai peluang. Peluang tersebut bisa berupa proyek atau inisiasi tertentu. Terlibat dalam proyek yang membuat Anda bahagia akan menghasilkan pengalaman kerja yang menyenangkan.

9.  Jangan melampiaskan perasaan Anda pada orang lain

Tak suka dengan pekerjaan tak berarti Anda bisa memperlakukan orang lain seenaknya. Hindari menggosip di kantor tentang pekerjaan. Tak masalah mendiskusikan perbedaan pendapat dengan rekan kerja, tapi hati-hati jangan sampai Anda bertengkar dengannya.

10. Ganti pekerjaan tapi tetap di perusahaan yang sama

Berganti pekerjaan yang lebih cocok dengan Anda tak berarti Anda harus keluar dari perusahaan tersebut. Mengubah arah karir merupakan bagian dari seni bekerja. Anda mungkin bisa melakukan hal yang lebih baik jika bekerja dengan tugas yang tepat. 




- See more at: http://lifestyle.liputan6.com/read/684806/10-tips-yang-harus-dilakukan-saat-mulai-benci-pada-pekerjaan#sthash.C4PkoQCb.dpuf
Continue Reading...

Tips mengajak Anak BERBELANJA

Shopping???

Banyak orang-tua ingin membawa anaknya saat berbelanja. Kendalanya, tidak semua anak mudah diatur sesuai keinginan mereka, dan atau tidak semua orang-tua memahami cara mengendalikan anak saat membawa mereka ke tempat perbelanjaan.

Krisis saat berbelanja terkadang diselingi debat mengenai barang yang boleh dibeli atau tidak, dan ditengahi dengan jeritan atau anak yang merajuk di lantai supermarket.

Dilansir dari The Consumerist, berikut adalah saran para pakar mengenai cara berkompromi dengan anak saat sedang berbelanja supaya lebih nyaman dan tidak berantakan, serta jauh lebih menyenangkan.

1. Perencanaan Waktu yang Baik

Waktu adalah segalanya. Cobalah untuk merencanakan waktu belanja dengan anak secara optimal. Pastikan sebelum pergi berbelanja, anak-anak telah berisitirahat dengan baik dan perutnya sudah kenyang. 

Selain itu, belanjalah pada saat kondisi toko atau supermarket tidak begitu ramai. Misalnya, bila saat akhir pekan, tibalah saat toko baru saja buka. Hal ini akan membantu menghindarkan Anda dari antrian yang panjang saat membayar, serta ruang yang lebih lega saat memilih barang.

Seorang blogger perempuan asal Amrik, Mandy Dawson mengatakan bahwa hambatan saat berbelanja bersama anak akan muncul saat Anda berada di dalam toko lebih dari satu jam. "Pada titik ini, Anda menjadi rentan terhadap pembelian impuls yang diarahkan oleh anak-anak Anda," katanya.

2. Membawa Hiburan

Pastikan untuk membawa hal-hal yang memang menjadi perhatian anak-anak Anda, misalnya boneka atau mainan kesayangannya. Ketika anak Anda mulai merasa bosan saat belanja sementara Anda belum selesai melakukannya, saatnya untuk mengeluarkan perangkat andalan tersebut. 

Ide lainnya yang patut dipertimbangkan adalah membiarkan anak Anda membaca buku atau menggambar seraya Anda berbelanja.

3. Berikan Penghargaan atas Perilaku yang baik

Beberapa orang tua kuatir dengan cara untuk menawarkan hadiah atas perilaku yang baik. Namun itu hanyalah masalah waktu yang tepat. Anda dapat memberlakukan hal ini apabila anak mulai rewel pada saat berbelanja. 

Menjanjikan buku mewarnai baru, mainan, menonton film kartun favorit, atau pergi ke tempat yang disukainya akan memberikan ketenangan yang cukup hingga Anda selesai berbelanja. 

Namun jika ia tidak menepati janjinya untuk bersikap tenang selama Anda berbelanja, Anda berhak untuk menyangkal janji tersebut. Ini adalah salah satu cara dimana anak-anak belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

4. Biarkan Anak Membantu

Jika Anda memiliki lebih dari seorang anak yang harus dibawa berbelanja, ajarkan pada anak yang lebih tua untuk menjaga anak yang lebih kecil selama keduanya berada dalam keranjang atau kereta dorong belanja. 

Anda juga bisa membiarkan anak membantu dengan mengambilkan barang yang dibutuhkan. Umumnya anak-anak menyukai hal ini. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan mereka memilih barang yang disukainya atau tidak, dibutuhkan atau tidak, serta apakah sesuai dengan usia mereka atau tidak. 

5. Ubah Belanja Jadi Kegiatan Menyenangkan

Cobalah untuk mengubah pengalaman berbelanja menjadi sebuah permainan untuk anak-anak 

Anda. Misalnya dengan membuat daftar bergilr mengenai hal-hal yang mereka syukuri, mengajukan 

pertanyaan trivia spesifik tentang liburan atau acara mendatang, atau mengambil dua barang dan kemudian meminta mereka untuk melihat perbandingannya. 

Pastikan untuk memuji upaya mereka dalam merespon dan memberikan jawaban yang benar jika diperlukan. Interaksi Anda dengan anak-anak Anda akan membantu mereka tetap terlibat dan kegiatan belanja Anda tetap produktif .





 - See more at: http://lifestyle.liputan6.com/read/2042503/5-tips-berbelanja-nyaman-dengan-anak#sthash.mAkQfO2M.dpuf
Continue Reading...

Komputer dan Laptop sebabkan Katarak

Perlu anda tahu!
Ada fakta bahwa laptop dan komputer dapat menyebabkan katarak



Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. 
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. 


sumber :http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak
Continue Reading...